Konservasi berbasis sains, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Arka Konservasi Indonesia hadir untuk mendukung usaha konservasi alam dan pemberdayaan masyarakat adat serta lokal melalui pendekatan berbasis bukti, kerja sama lintas pihak, dan pemahaman utuh terhadap lanskap.
SIAPA KAMI
Organisasi masyarakat sipil yang bergerak di bidang konservasi alam dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Arka Konservasi Indonesia (AKI) adalah organisasi masyarakat sipil (OMS) berbasis di Kalimantan Barat yang bergerak di bidang konservasi alam dan pemberdayaan masyarakat lokal. Terbentuk sejak Maret 2026, AKI menjadi wadah bagi profesional dan generasi muda yang memiliki pengalaman dalam konservasi alam, penguatan masyarakat, dan kerja-kerja keberlanjutan.
ARKA lahir dari komitmen untuk mendukung berbagai usaha konservasi alam serta pemberdayaan masyarakat adat dan masyarakat lokal di Indonesia. Meskipun berbasis di Kalimantan Barat, jejaring luas dan dukungan yang dibangun oleh anggota tim memungkinkan ARKA untuk berkolaborasi dalam berbagai program konservasi di berbagai wilayah Indonesia.
Kami percaya bahwa konservasi alam yang berkelanjutan tidak dapat dipisahkan dari masyarakat yang hidup di dalam dan sekitar lanskap tersebut. Karena itu, pendekatan ARKA memperhatikan hubungan antara fauna, flora, ekosistem, dan komunitas masyarakat yang memanfaatkan serta menjaga sumber daya alam di dalam lanskap.
Untuk mewujudkan hubungan manusia dan alam yang selaras, ARKA mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, sektor privat, akademisi, lembaga masyarakat, komunitas lokal, dan mitra strategis lainnya. Setiap kerja konservasi juga diarahkan dengan pendekatan berbasis bukti yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
VISI
Terciptanya hubungan alam dan manusia yang harmonis dan berdampingan.
Visi ini menempatkan manusia dan alam sebagai satu kesatuan yang saling terhubung, saling menjaga, dan dapat hidup berdampingan secara berkelanjutan.
MISI
Pemberdayaan, konservasi multi-pendekatan, dan pengkajian ilmiah.
01 Pemberdayaan kehidupan manusia-alam yang berkelanjutan dengan model ekonomi sirkuler.
02 Pendekatan multi-model konservasi dengan keterlibatan penuh masyarakat adat dan masyarakat lokal.
03 Menjadi pusat program pengkajian ilmiah dengan pendekatan konservasi alam-manusia di Kalimantan Barat dan Indonesia.
PRINSIP KERJA
Nilai yang menjadi dasar setiap langkah kami.
Kolaboratif
Upaya konservasi dibangun melalui kerja sama lintas pihak, termasuk pemerintah, sektor privat, akademisi, lembaga masyarakat, dan komunitas lokal.
Berbasis Bukti
Program dan keputusan konservasi didukung oleh data, riset, pengamatan lapangan, dan pendekatan ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Berbasis Lanskap
Konservasi perlu memperhatikan semua aspek dalam lanskap, mulai dari fauna, flora, ekosistem, hingga komunitas masyarakat yang hidup di dalamnya.
Berpihak pada Masyarakat Lokal
Masyarakat adat dan masyarakat lokal menjadi bagian penting dalam menjaga alam, memperkuat penghidupan, dan membangun keberlanjutan jangka panjang.
Orang-orang di balik kerja konservasi ARKA.
Kerja ARKA didukung oleh dewan penasihat dan tim manajemen yang memiliki pengalaman pada bidang konservasi, riset ilmiah, keberlanjutan, tata kelola lingkungan, pendidikan, komunikasi, dan penguatan masyarakat.
Nurul Laksmi Winarni
Chief Advisor
Nurul Winarni adalah ilmuwan peneliti di Research Center for Climate Change, Universitas Indonesia (RCCC-UI). Sebelum bergabung di RCCC-UI, ia telah lama bekerja sebagai biolog lapangan dalam berbagai proyek penelitian satwa, mulai dari satwa buruan, burung, primata, hingga kupu-kupu, khususnya di Lampung dan Buton, Sulawesi Tenggara.
Ia merupakan lulusan Biologi FMIPA Universitas Indonesia, meraih gelar master dari Warnell School of Forest Resources, University of Georgia, dan menyelesaikan PhD di Manchester Metropolitan University. Fokus kajiannya meliputi dinamika populasi burung, ekologi komunitas burung dan kupu-kupu, dampak gangguan antropogenik terhadap biodiversitas, monitoring keanekaragaman hayati, metodologi survei, desain riset, dan analisis data.
Dalam konteks perubahan iklim, ia juga meneliti dampak perubahan iklim terhadap pola fenologi pohon hutan hujan tropis, respons biodiversitas terhadap perubahan iklim, serta jasa ekosistem. Saat ini ia juga aktif sebagai anggota beberapa kelompok spesialis IUCN Species Survival Commission.
Asri Adyati Dwiyahreni
Advisor
Asri A. Dwiyahreni atau Diah adalah peneliti senior dan Head of Training and Education di Research Center for Climate Change, Universitas Indonesia.
Minat penelitiannya berfokus pada ekologi mamalia, pengelolaan kawasan lindung, dan restorasi habitat alami. Ia aktif terlibat dalam berbagai proyek riset dan konservasi satwa liar, mulai dari perancangan, implementasi, pemantauan program, hingga pengembangan pelatihan dan pendidikan.
Selain itu, ia juga mengelola berbagai kolaborasi riset dengan mitra internasional pada beragam topik, termasuk energi, perubahan iklim, dan ilmu sosial dalam konservasi.
Sandy Leo
Founder
Sandy adalah environmentalist, conservationist, dan visual storyteller dengan pengalaman lebih dari 10 tahun pada bidang pembangunan berkelanjutan, konservasi bentang alam, jasa ekosistem, konservasi satwa liar, masyarakat adat dan komunitas lokal, serta perubahan iklim di Indonesia.
Sejak 2015, ia telah terlibat dalam berbagai proyek konservasi dan lingkungan di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Sandy juga pernah dinobatkan sebagai salah satu National Geographic Explorers dan saat ini berafiliasi sebagai anggota National Geographic Indonesia Hub.
Sandy menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang Biologi Konservasi dan magister di bidang Ilmu Lingkungan, keduanya di Universitas Indonesia. Selain sebagai founder Arka Konservasi Indonesia, ia juga menjabat sebagai Landscape Restoration Manager di PT Restorasi Alam Hijau.
Ekka
Co-founder & Technical
Ekka adalah peneliti, praktisi pendidikan, dan advokat isu lingkungan berkelanjutan. Ia menempuh pendidikan Sarjana Pendidikan dengan konsentrasi Pendidikan Biologi di Universitas Muhammadiyah Palembang, lalu meraih gelar Magister Sains Biologi dengan peminatan konservasi dari Universitas Sriwijaya.
Dengan latar belakang akademik dan pengalaman lapangan yang kuat, Ekka meyakini bahwa perubahan berkelanjutan lahir dari sinergi antara data riset, kearifan lokal, dan partisipasi aktif masyarakat.
Ekka pernah berpengalaman sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Palembang dan kini aktif mengembangkan model pembelajaran berbasis lingkungan, mendukung komunitas, serta menyebarluaskan hasil riset melalui publikasi ilmiah maupun non-ilmiah.
Fokus riset dan kerjanya mencakup inovasi pembelajaran, riset ekologis yang menjembatani temuan ilmiah dengan kebijakan lapangan, serta pemberdayaan masyarakat melalui program lingkungan yang aplikatif. Ia juga berpengalaman dalam perancangan metode, pelaksanaan kegiatan lapangan, monitoring dan evaluasi program, pengembangan modul pelatihan, serta membangun kolaborasi dengan institusi pendidikan, pemerintah daerah, NGO, dan komunitas lokal.
Lisa
Co-founder & Finance
Lisa Nurfalah adalah ilmuwan lingkungan dan profesional keberlanjutan yang saat ini bekerja sebagai Sustainability Lead di PT Mutuagung Lestari Tbk.
Ia memiliki pengalaman pada isu perubahan iklim, konservasi keanekaragaman hayati, EIA/AMDAL, akuntansi gas rumah kaca, LCA, dan sustainability reporting.
Lisa meraih gelar Sarjana Sains Biologi dan Magister Sains Ilmu Lingkungan dari Universitas Indonesia. Pengalamannya mencakup konsultasi lingkungan, studi biodiversitas, asesmen ekologis, dan berbagai proyek keberlanjutan di Indonesia, dengan fokus pada mitigasi iklim, pengelolaan sumber daya alam, dan kebijakan lingkungan berbasis sains.
Rifky
Grant & Knowledge Management
Rifky Putra Kurniawan adalah lulusan Ilmu Pemerintahan dari Universitas Padjadjaran dan merupakan praktisi tata kelola lingkungan dengan pengalaman pada konservasi berbasis komunitas, tata kelola hutan, dan pengelolaan sumber daya alam.
Ia telah bekerja bersama organisasi masyarakat sipil, masyarakat adat, dan komunitas lokal dalam inisiatif konservasi, penghidupan berkelanjutan, dan kebijakan pertanahan.
Minat utamanya meliputi tata kelola konservasi, hak-hak masyarakat adat, dan political ecology.
Desi
Admin & Communications
Desi Rahmawati adalah seorang praktisi muda di sektor manajemen organisasi non-pemerintah (LSM) dan konservasi lingkungan yang mengombinasikan latar belakang sains dengan kapasitas kepemimpinan yang matang.
Sebagai peneliti akhir di bidang Biologi Universitas Tanjungpura dengan fokus riset herpetofauna, ia memiliki rekam jejak kepemimpinan yang kuat selaku mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Biologi (HIMABIO) FMIPA Untan dan Bendahara Umum DPM Untan. Di ranah profesional, Desi memiliki keahlian luas dalam tata kelola administratif, komunikasi publik, dan eksekusi program lapangan. Portofolio kerjanya mencakup peran sebagai PIC program pendidikan Taman Emas Pertamina Sidomulyo, staf administrasi & komunikasi di organisasi Lestarian, serta keterlibatan strategis dalam berbagai proyek lingkungan dan jurnalisme bersama Yayasan Kolase—termasuk Finscapes Project, Journalist Camp, dan konsultan proyek lingkungan.
Didukung oleh sertifikasi Training of Trainer (ToT) Ecological Mangrove Rehabilitation, ia ahli dalam menjembatani data ilmiah, akuntabilitas tata kelola, dan aksi advokasi berbasis masyarakat.
